Sukses Lewis, Rusak Tali Keluarga Hamilton ~ Berita Olah Raga dan Sports Terkini
Home » » Sukses Lewis, Rusak Tali Keluarga Hamilton

Sukses Lewis, Rusak Tali Keluarga Hamilton

VIVAnews - Ketika Lewis Hamilton bergelimang ketenaran dan kejayaan di balapan F1 berkat bantuan sang ayah, Anthony Hamilton, tapi ternyata berbanding terbalik menyangkut nasib sang adik kandung juara dunia F1 2008 itu.

Adik Hamilton, Nicolas, mengakui merasa tidak memiliki hubungan dekat dengan sang ayah. Pemuda berusia 19 tahun yang juga berprofesi sebagai pembalap itu merasa dirinya hidup dibawah bayang-bayang kesuksesan sang kakak.

"Hubunganku dengan ayah sangat buruk karena karir balap Lewis. Kami sangat jauh," ungkap Nicolas pada The Sun. "Bahkan saat ini saya tidak bisa mengatakan kami memiliki hubungan ayah dan anak yang sempurna."

Nicolas dan Lewis sebenarnya bukan saudara kandung. Nicolas adalah adik tiri Lewis saat Anthony menikah lagi, dan keduanya memiliki jarak umur sekitar 10 tahun.

Sejak saat itu Nicolas merasakan ada perbedaan yang ditunjukan sang ayah, walaupun memiliki minat yang sama dengan kakaknya.

"Ketika masih remaja, saya mulai bermain remote control untuk senang-senang. Dari situ Lewis mulai membalap," lanjut Nicolas mengingat.

"Saya lalu mulai membalap secara profesional dan ingin ayah untuk membantu tapi dia terlalu sibuk dengan Lewis. Segalanya begitu sulit."

"Yang lain bersama ayah-ayahnya dan saya sendirian. Saya tidak marah padanya tapi saya merasa kecewa dan ada kalanya saya benar-benar merasa muak," keluhnya.

Meski begitu, sikap mendukung masih ditunjukan Lewis pada Nicolas yang tahun lalu membalap di kejuaraan Renault Clio Cup, dimana ia berada di peringkat 14 klasemen akhir. Namun ucapan atau bentuk kasih sayang masih belum sanggup keluar dari mulut sang ayah.

"Pada akhirnya kadang ia datang ke beberapa balapan dan Lewis juga hadir untuk memberi dukungan padaku, tapi saya bisa bilang ayah tidak menikmatinya," sambung Nicolas.

"Ketika saya membalap, ayah tidak pernah datang dan memberikan pelukan. Dia mungkin hanya memberikan tepukan di punggung atau hanya bersalaman, tapi dia tidak akan pernah mengatakan bangga atas prestasi saya. Yang terbaik hanya kata-kata 'bagus' dan itu nampaknya sudah sangat luar biasa," paparnya.

Meski merasa dirinya kurang mendapat dukungan, Nicolas lebih ingin melihatnya sebagai bentuk dorongan dari sang ayah untuk terus tampil sempurna diatas lintasan.

"Tapi hal terbaik dari karir ini adalah membuat ayahku dan diriku semakin dekat. Dia melakukan semua ini demi kebaikan ku. Dia ingin membantuk saya dan itu berhasil, karena saya lebih fokus dan memiliki keinginan untuk menang," tutup Nic, sapaan akrabnya.

• VIVAnews

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts